PERJALANAN MENUJU ISTANA NEGARA PADA HUT KEMERDEKAAN KE 66
‘Setelah lolos seleksi di Sumut, sebanyak 12 guru dan pengawas sekolah serta kepala sekolah berprestasi diberangkatkan ke Jakarta untuk menghadiri peringatan proklamasi kemerderaan ke 66 RI di Istana Jakarta, Rabu (17/8).’ Tulis SWISMA di Jurnal Medan/Kamis,18 Agust 2011 09:22
selanjutnya dikutip oleh Swisma, “Dari hasil seleksi kita, ada sebanyak 12 guru yang sudah diberangkatkan ke Jakarta untuk mengikuti peringatan kemerdekaan RI di Istana, sekaligus mereka nantinya akan mengikuti seleksi guru berprestasi tingkat Nasional,” ujar Sekretaris Dinas Pendidikan Sumut, Bahauddin Manik, kemarin di ruang kerjanya kantor Disdiksu Jalan T Cik Ditiro Medan. Lebih lanjut, Bahauddin menyebutkan, ke-12 guru dan pengawas serta kepala sekolah itu sebelumnya telah menjalani berbagai seleksi, mulai dari tingkat kecamatan, kabupaten dan provinsi, dengan kriteria penilaian yang dijalani para guru tersebut di antaranya adalah penilaian dalam bidang kepribadian, wawasan, pedagogik atau kemampuan untuk menyampaikan materi pelajaran, metodologi dan penguasaan teknologi informasi. Sekilas kutipan tulisan di Jurnal Medan.
selanjutnya dikutip oleh Swisma, “Dari hasil seleksi kita, ada sebanyak 12 guru yang sudah diberangkatkan ke Jakarta untuk mengikuti peringatan kemerdekaan RI di Istana, sekaligus mereka nantinya akan mengikuti seleksi guru berprestasi tingkat Nasional,” ujar Sekretaris Dinas Pendidikan Sumut, Bahauddin Manik, kemarin di ruang kerjanya kantor Disdiksu Jalan T Cik Ditiro Medan. Lebih lanjut, Bahauddin menyebutkan, ke-12 guru dan pengawas serta kepala sekolah itu sebelumnya telah menjalani berbagai seleksi, mulai dari tingkat kecamatan, kabupaten dan provinsi, dengan kriteria penilaian yang dijalani para guru tersebut di antaranya adalah penilaian dalam bidang kepribadian, wawasan, pedagogik atau kemampuan untuk menyampaikan materi pelajaran, metodologi dan penguasaan teknologi informasi. Sekilas kutipan tulisan di Jurnal Medan.
Setelah menjalani perjuangan yang lumayan memakan waktu karena tahapan dilakukan pada waktu yang berbeda, lega hati rasanya karena tepatnya tanggal 12 Agustus 2011 saat waktu sahur teman teman dan aku melangkahkan kaki menuju bandara Polonia untuk mengejar pesawat GA 181 tujuan Jakarta. Masing masing kami, ada 17 antara lain 12 guru, kepala sekolah dan pengawas sekolah untuk utusan Sumatera Utara.
Ketika itu aku diantar oleh adik, ipar, anakku serta ibuku yang terkasih menuju bandara. Sahur dipercepat, kusempatkan sahur saat menuju bandara, karena pukul empat pagi semua sudah harus tiba di bandara.
Di bandara Polonia kami berkumpul, check in dan di ruang tunggu kami juga di bekali snack untuk melengkapi sahur, tak lama kemudian pesawat kami tinggal landas menuju bandara Soekarno – Hatta. Masing masing kami berpisah di bandara menuju hotel yang dihunjuk. Untuk kelompok guru SMA menginap di hotel Milennium, untuk guru SD dan SMP serta kepala sekolah dan pengawas di hotel yang berbeda.
Semua merasa senang dan bahagia bertemu dengan guru guru berprestasi yang berasal dari 33 propinsi di Indonesia, mengikuti tahapan tes, presentasi dan wawancara.
Saat yang melelahkan namun menyenangkan, karena disamping puasa kami juga harus melalui tahapan tahapan tes tersebut. Hal itu tidak mengurangi semangat kami, karena kami merasa sangat beruntung bisa saling bertukar informasi dengan sesama teman guru lainnya. Saat presentasi sangat menegangkan, karena kita harus menunggu giliran untuk presentasi dan wawancara. Penguji terdiri dari enam orang Professor dari universitas negeri yang termashur di Indonesia. Mereka sangat ahli di bidang disiplin ilmunya antara lain: karya ilmiah, teknologi dan disiplin ilmu lainnya.
Sangatlah mendebarkan dan menegangkan ketika kami berada di plaza Kemendiknas dimana kami mendengarkan pengumuman dari Intel Education Award untuk kategori guru SMA, kepala sekolah dan pengawas SMA/SMK, mereka mengumumkan peserta yang dianggap memenuhi persyaratan untuk mendapatkan hadiah dari Intel. Saat itu sangatlah tak pernah ku duga , karena aku berkeyakinan semua teman teman guru termasuk orang yang sangat ahli dalam teknologi. Ketika satu demi satu diumumkan dan aku juga sudah putus harapan untuk menerima penghargaan tersebut. Ternyata namaku juga disebut di dalam.
Aku kutip tulisan Eko Sutriyanto dari Tribun News, Jakarta “Seorang guru dituntut lebih andai dibandingkan muridnya, termasuk dalam penguasaan teknologi. Keinginan untuk untuk lebih maju dibandingkan dengan muridnya mengantarkan seorang guru Siti Zulfah SUlaiman, meraih penghargaan Intel Education Award 2011 untuk kategori guru.”
Lebih lanjut Eko mengutip ungkapanku ketika diwawancara usai penerimaan penghargaan tersebut “ Sebagai pendidik, kami selalu ditantang untuk selangkah lebih maju dari pada peserta didik kami.”
Penghargaan oleh intel sudah terlaksana tiga tahun berturut turut. Apresiasi ini sudah diberikan kepada 230 pendidik dan tenaga pendidik yang telah mengintegrasikan teknologi dalam proses mengajar untuk peningkatan standar pendidikan. Bahagia sekali, pada acara tersebut dihadiri oleh direktur JENDRAL pendidikan Menengah, Hamid Muhammad, M.Sc, Ph.D mewakili menteri pendidikan Bapak Prof.Dr.Ir.H. Mohammad Nuh, DEA
Salah seorang juri yang ahli di bidang teknologi informasi menganjurkan kepadaku untuk berbagi ke sesama teman guru melalui site yang baru kubuat berikut : https://sites.google.com/site/merdekacity/home
Harus kuakui bahwa yang kulakukan belum optimal, untuk mencapai guru berprestasi aku hanya dapat memperoleh peringkat lima besar, meskipun demikian Alhamdulillah, untuk kategori penggunaan teknologi dalam kelas melalui project Based Learning yang kutampilkan pada presentasi.
Aku masih ingat kata seorang guru berprestasi tingkat Nasional, Bapak Ghodang kepadaku ‘bu, semua itu indah pada waktunya.’ Aku sadari kebenarannya. Tekadku menukilkan yang terbaik …
No comments:
Post a Comment